Pancasila dan Media Sosial

Keberadaan media sosial tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Menurut survey yang di rilis oleh kominfo, pengguna media sosial di indonesia sekitar 36juta orang atau 40% dari total pengguna internet di indonesia. Bisa kita bayangkan betapa tidak hebatnya rekor pencapaian masyarakat indonesia dalam hal ini, mulai dari anak kecil, kaula muda, orang dewasa, hingga orang tua rata-rata di indonesia memiliki media dengan bermacam-macam alasan, mulai dari tuntutan hidup hingga menjadi gaya hidup.

Terlepas dari kemajuan teknologi di era modernisasi saat ini, banyak masyarakat pengguna media sosial mudah menyerap informasi-informasi yg beredar tanpa adanya literasi media. Hingga akhirnha muncul persepsi-persepsi tersendiri menyikapi informasi tersebut. Ironisnya para pengguna media sosial berubah seolah menjadi hakim dalam dunia maya untuk menentukan benar salah, fakta hoax nya sebuah informasi. kesempatan ini yg diambil oleh oknum-oknum mulai dari perorangan himgga berbentuk kelompok untuk mengambil pundi-pundi rupiah. Banyak yang memanfaatkan situasi saat ini untuk mengujar kebencian, paham radikal , pengalihan isu, bullying dsb.

Untuk menyikap fenomena tersebut, kementrian komunikasi dan informasi RI bekerja sama dengan diskominfo Prov Banten menyelenggarakan flash blogging di hotel le dian, selasa 20 maret 2018 dengan tema implementasi nilai-nilai pancasila dalam bermedia sosial. Kegiatan jni diikuti para komunitas blogger yang bertujuan bagaimana kita bermedia sosial tanpa melepas nilai-nilai ideologi pancasila dalam kehidupan sehari-hari. dalam hal ini acara diisi oleh Indriyatno Banyumurti, Diasma Swandi Swandaru, S.Sos.,M.M dan Prof. Henry Subiakto.

Recent search terms:

  • acara di serang banten
  • acara dialun alun serang banten hari ini

Artikel Terkait

Acara Komunitas

Author: 
author

Related Post